Rabu, 17 Juli 2013

Konsep Fuzzy ANP (FANP)



Meskipun ANP telah memecahkan masalah dalam AHP, banyak keputusan-keputusan yang tidak dapat mengatasi masalah yang terlalu kompleks untuk dipahami secara kuantitatif. Namun, atribut keputusan Fuzzy multi-keputusan (FMADM) telah dikembangkan karena ketidaktepatan dalam penilaian kepentingan relatif dari atribut dan peringkat kinerja alternatif sehubungan dengan atribut. Ketidaktepatan mungkin timbul dari berbagai alasan seperti : informasi yang tidak dapat diukur ataupun infromasi tidak lengkap. Metode konvensional MADM tidak dapat secara efektif menangani masalah dengan informasi yang tidak tepat tersebut. Untuk mengatasi kesulitan ini, teori himpunan fuzzy, pertama kali diperkenalkan oleh zadeh, telah digunakan dan diadopsi. Teori himpunan fuzzy mencoba untuk memilih dan memprioritaskan, dan melakukan tindakan dengan mengevaluasi sekelompok kriteria yang telah ditentukan. Memecahkan masalah ini dibutuhkan suatu prosedur evaluasi untuk menilai dan memberikan peringkat. Oleh karena itu, penelitian ini menggabungkan keunggulan menggunakan fuzzy ANP (Ru Wu et al, 2007).
 
Fuzzyfikasi
Kuesioner yang digunakan  untuk melakukan pairwise comparison antar alternatif menggunakan variabel linguistik, untuk melakukan pengolahan data selanjutnya maka variabel linguistik tersebut perlu diubah menajdi bilangan fuzzy.Pada tahap ini data hasil kuesinoer ditransformasikan dalam Fuzzy Triangular Number seperti yang terlihat pada tabel 2.8. 

Defuzzifikasi
            Keluaran dari proses yang menggunkan algoritma fuzzy kadangkala juga membutuhkan besaran yang berilai tunggal. Defuzzifikasi adalah sebuah model konversi dari bentuk nilai fuzzy ke dalam besaran yang lebih presisi.
Dalam penelitian kali ini akan digunakan metode center of gravity. Metode ini adalah metode yang paling lazim dan paling banyak diusulkan oleh banyak peneliti yang digunakan. Formulasi matematis ini dapat diberikan sebagai berikut :
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar