Selasa, 21 Januari 2014

[EBOOK] A TO Z OLAH DATA ANP DENGAN SUPERDECISION



KONTEN
·         Bagaimana menginstal software SuperDecision
·         Membuat cluster dan elemen
·         Membuat cluster tujuan (goal), kriteria dan alternatif
·         Membuat elemen di dalam cluster
·         Menghubungkan/membuat koneksi antar elemen
·         Membuat hubungan dan feedback,
·         Membuat inner dependence (hubungan antarelemen di dalam satu cluster)
·         Membuat outer dependence (hubungan satu elemen dgn elemen lain berbeda cluster)
·         Membuat model ANP lengkap
·         Menyimpan model yang telah dibuat
·         Melakukan perbandingan berpasangan (pairwise comparison)
·         Membuat perbandingan cluster

Minggu, 19 Januari 2014

CHALLENGES IN DEVELOPING BAITUL MAAL WAT TAMWIIL (BMT) IN INDONESIA USING ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP)

Abstract

BMT (Baitul Maal Wat Tamwiil) aims to increase the welfare of members and society. The enactment of BMT in Indonesia is one of the best looking at the development of Islamic banking which are still centered over the middle to the society. In fact, BMT has grown into an alternative recovery condition of the economy in Indonesia, especially small entrepreneurs as a partner in the provision of capital. Though growing rapidly, BMT still encounters many obstacles in its development. This study tries to identify the dominant factors that has become obstacles in the development of BMT in Indonesia using Analytic Network Process (ANP). The results show that main problems can be  divided into four aspects, namely Human Resources, Technical, Legal and Structural, and Market/Communal. The overall problem decomposition shows priorities results, they are: 1) the lack of legal support; 2) the weak of supervision and coaching; 3) the absence of LPS; 4) lack of human resources understanding; and 5) competition. The level of agreement based on Kendall’s coefficient indicates that the value of Kendall’s (W) is between 0.592-0.742. The results show that between practitioners and experts relatively dissent in their opinion related to problems and solutions identifying of BMT development in Indonesia.


Keywords       : Baitul Maal wat-Tamwiil, Islamic Microfinance, ANP

Writer: Aam S. Rusydiana & Abrista Devi
*This paper has been published at Business Management Quarterly Review (BMQR), 4(2) 2013

Jumat, 17 Januari 2014

International Symposium on the Analytic Hierarchy Process 2014

The International Symposium on the Analytic Hierarchy Process (ISAHP) for Decision Making brings together researchers, teachers, students and users of AHP/ANP to share their research and experiences in decision making. The symposium brings together scholars' research applications and perspectives of their areas of the world to this international forum.

The ISAHP is a biennial conference on multi-criteria decision analysis, particularly the analytic hierarchy process (AHP) and its extension, the analytic network process (ANP), both developed by Thomas L. Saaty, and the combination of these with other methods. It brings together researchers, teachers, students and users of AHP/ANP to share their research and practical experience in making decisions incorporating these two processes.

Paper proposals presented at ISAHP cover the major studies of international research in AHP/ANP, and provide solutions for current challenges in important areas of decision making. Of particular interest are the topics listed for the conference as well as scholarship developed by students who constitute the new generation of AHP/ANP scholars and practitioners.

Selasa, 07 Januari 2014

Beberapa Software AHP

Analytic Hierarchy Process atau yang biasa disebut AHP saja, merupakan sebuah metode / teknik yang digunakan untuk mengambil suatu keputusan berdasarkan kriteria-kriteria yang ada. Sesuai namanya, AHP juga membuat susunan-susunan mulai dari goal, kriteria dan alternatif secara hirarki.
 

Apa itu goal, kriteria dan alternatif? Goal sudah pasti adalah tujuan akhir atau dengan kata lain adalah keputusan yang diambil. Alternatif adalah sebuah pilihan-pilihan yang tersedia untuk menjadi sebuah goal. Kriteria sendiri adalah sebuah atau beberapa syarat yang mesti terpenuhi oleh alternatif-alternatif yang ada untuk mendapatkan goal.
 

Mungkin dengan contoh sederhana akan lebih memudahkan bagiamana membedakan mana bagian goal, alternatif dan juga kriteria. Contoh, misal pada kasus yang saya gunakan adalah kita akan memilih presiden pada tahun 2014 mendatang. Untuk memilih beberapa presiden terdapat 3 kandidat yang saling bersaing dan dengan menggunakan beberapa kriteria, dan dari situ kita bisa mengambil keputusan dengan AHP dan memilih alternatif yang lebih unggul.

Untuk setiap Alternatif(calon) harus memenuhi Kriteria(persyaratan), lalu dari setiap Alternatif maupun Kriteria tersebut pasti mempunyai bobot / nilai sehingga pada akhirnya didapatlah Goal dengan metode AHP untuk memilih Presiden Indonesia 2014.

Untuk mencoba membuat contoh kasus dengan metode AHP bisa menggunakan beberapa software, misalnya: Expert Choice, Criterium DecisionPlus dan juga SuperDecision.

Rabu, 01 Januari 2014

Mengurai Masalah dan Solusi Pengembangan LKMS di Indonesia


LKMS merupakan lembaga keuangan yang berorientasi pada upaya peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Lahirnya lembaga keuangan mikro syariah di Indonesia merupakan salah satu jawaban melihat perkembangan perbankan syariah yang masih terpusat kepada masyarakat menengah ke atas. Faktanya, LKMS telah tumbuh menjadi alternatif pemulihan kondisi perekonomian di Indonesia, khususnya sebagai partner para pengusaha kecil dalam penyediaan modal. 

Walaupun tumbuh dengan pesat, namun LKMS masih mengalami banyak kendala dalam pengembangannya. Masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh institusi ini baik dari sisi internal maupun eksternal. Penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi penyebab serta faktor-faktor yang dominan menjadi hambatan dalam pengembangan LKMS di Indonesia, dengan pendekatan metode BOCR Analytic Network Process (ANP), termasuk solusi strategis yang diusulkan. 

Berdasarkan urutan prioritas, maka alternatif aspek menunjukkan bahwa aspek technical menjadi aspek prioritas, selanjutnya diikuti oleh aspek legal/structure, pasar/komunal, dan SDM.  Penguraian solusi secara keseluruhan menghasilkan urutan prioritas 1) Pembinaan/ sosialisasi/pendampingan masyarakat menjadi prioritas utama, selanjutnya diikuti oleh 2) inovasi produk, 3) lokasi strategis, 4) kerjasama dengan LKS lainnya, dan 5) menjadikan elemen eksternal sebagai pusat informasi dan media sosialisasi. 

Sedangkan prioritas strategi yang dianggap dapat meningkatkan pengembangan LKMS di Indonesia terdiri dari: 1) mengoptimalkan peran pemerintah dalam pendanaan, 2) melakukan koordinasi dengan PINBUK, dan 3) linkage program LKMS-BMT-BPRSBank Umum Syariah. 

Keywords : Lembaga Keuangan Mikro Syariah, BMT, ANP-BOCR 
[Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islami Vol 3 No 1, 2013. Unpad]