Rabu, 27 Desember 2017

ANALISIS PENGELOLAAN DANA WAKAF TUNAI DI INDONESIA: PENDEKATAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (1)



 [Paper telah terbit pada Jurnal Al-Awqaf BWI, 2017]

Oleh: Aam S. Rusydiana[1] & Abrista Devi[2]

Abstract
Wakaf merupakan salah satu hukum Islam yang menyangkut kehidupan masyarakat sebagai ibadah ijtima’iyyah yang berfungsi untuk kepentingan masyarakat dalam rangka pengabdian kepada Allah SWT. Dalam prakteknya perwakafan di Indonesia saat ini menghadapi persoalan yang cukup rumit, karena umumnya merupakan wakaf non produktif. Berbicara tentang wakaf tunai, institusi wakaf tidak hanya sebagai ritualitas keagamaan tetapi bisa menyentuh aspek kemanusiaan dengan memberdayakan potensinya untuk kesejahteraan publik semaksimal mungkin.
Penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dominan menjadi hambatan dalam pengelolaan dana wakaf tunai di Indonesia, dengan pendekatan metode Analytic Network Process (ANP), berikut prioritas solusi yang dapat ditawarkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul dalam pengelolaan dana wakaf tunai di Indonesia terdiri dari 4 aspek penting yaitu: aspek sumber daya manusia (SDM), aspek kepercayaan, aspek sistem, dan aspek syariah. Penguraian aspek masalah secara keseluruhan menghasilkan urutan prioritas: 1) masalah kepercayaan (dimana prioritas nomor satu masalah sub kriteria kepercayaan adalah lemahnya kepercayaan donator), 2) masalah syariah (yaitu tidak terpenuhinya akad wakaf, 3) masalah sumber daya manusia (yaitu penyelewengan dana wakaf), dan 4) masalah sistem (yaitu lemahnya sistem tata kelola). Adapun strategi yang dapat dibangun untuk mengembangkan wakaf tunai berdasarkan urutannya terdiri dari: 1) komputerisasi manajemen pengelolaan dana wakaf tunai, 2) pembentukan lembaga pendidikan wakaf, 3) peningkatan kualitas pengelola dana wakaf, dan 4) transparansi dan akuntabilitas.

Keywords: Cash Waqf, Management, ANP

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
            Dalam konteks perundangan di Indonesia, wakaf dimaknai secara spesifik dengan menemukan titik temu dari berbagai pendapat ulama fiqh klasik. Hal ini dapat terlihat dari rumusan pengertian wakaf dalam undang-undang nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf. Wakaf diartikan sebagai perbuatan hukum waqif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan kesejahteraan umum menurut syariah.
   Wakaf merupakan salah satu hukum Islam yang menyangkut kehidupan masyarakat sebagai ibadah ijtima’iyyah yang berfungsi untuk kepentingan masyarakat dalam rangka pengabdian kepada Allah SWT (Fathurrohman, 2012). Selain itu, agama Islam memiliki persiapan institusional untuk memperoleh dana agar masyarakat yang miskin dapat berdiri sendiri. Untuk mencapai tujuan ini, salah satunya dapat melalui wakaf disamping melalui pembayaran wajib zakat dan kontribusi pembayaran sukarela yang lainnya. Jadi wakaf ini jika dikembangkan dan dikelola secara produktif dapat berperan sebagai salah satu alternatif bagi penanggulangan kemiskinan.

Rabu, 01 November 2017

MENGEMBANGKAN AGROINDUSTRI JAWA TIMUR: PENDEKATAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS

Abstraksi

Provinsi jawa Timur, sebagai salah lumbung pangan Nasional telah mampu memberikan sumbangan yang cukup besar dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional melalui pengembangan di sub sector tanaman pangan dan holtikultura. Dengan potensi  dan prestasi sektor pertanian yang dimiliki oleh Provinsi Jawa timur ini, dapat meningkatkan daya saing serta meningkatkan daya pendapatan petani. Namun dibalik potensi peluang besar ini pengembangan pada agroindustri di Jawa timur masih menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah Provinsi Jawa Timur baik itu permasalahan dari sisi eksternal ataupun internal. Penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi permasalahan dalam pengembangan agroindustri di Jawa Timur dengan pendekatan metode Analytic Network Procces (ANP), termasuk solusi strategis yang coba ditawarkan. ANP adalah model baru yang dikembangkan oleh Saaty (2001) berbasis supermatrix, untuk memetakan masalah yang kompleks ke dalam kerangka yang terstruktur.

Permasalahan  dan strategi yang dibentuk terdiri dari beberapa kriteria permasalahan yaitu terkait: 1)kebijakan 2)pasar 3) keuangan 4)infrastruktur 5)Research and Development serta 6)Produksi dan prosesing. Hasilnya menunjukkan bahwa 3 kriteria utama yang menjadi kunci pengembangan agroindustri di Jawa Timur adalah kebijakan, infrastruktur dan keuangan. Karenanya, semua stakeholder termasuk Bank Indonesia perlu concern dalam 3 masalah ini, demi  tercapainya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berdaya saing global.


Kata kunci: Agroindustri, ANP-Delphi, Jawa Timur

Rabu, 15 Maret 2017

In Memoriam Thomas L. Saaty [1926-2017]

Distinguished Professor Thomas Saaty died on the 14th of August 2017 after a year-long battle against cancer. He made an unprecedented impact on the decision making world.
Professor Thomas L. Saaty was born in Mosul, in British-administered Iraq in 1926.
Education
  • BA, Columbia Union College, 1948
  • MS, Physics, The Catholic University of America, 1949
  • MA, Mathematics, Yale University, 1951
  • Post-graduate study, University of Paris, 1952-53
  • PhD, Mathematics, Yale University, 1953
The Creative Decisions Foundation was established in 1996 by Thomas L. Saaty and his wife Rozann Whitaker Saaty. Dr. Saaty holds the chair of Distinguished University Professor, Katz School of Business, University of Pittsburgh, Pittsburgh, Pennsylvania, USA. The Foundation is a 501 (c) (3) private foundation with a purpose of educating people in the world to help them make more rational decisions.
Thomas L. Saaty is the creator of the Analytic Hierarchy Process (AHP), a method for measuring intangibles by making judgments on pairs of elements with respect to a property they have in common. In multi-criteria problems these measures are combined using a hierarchical or network structure to choose the best of several alternatives. By using the AHP, multi-criteria performance measures can be developed to measure the potential benefits of projects and initiatives so that resources can be deployed where they are most likely to achieve the greatest return. The strength of Dr. Saaty's method is its ability to measure intangibles. It brings mathematical precision and science to answer the murky, complex, multi-dimensional decisions that occur during constantly changing conditions. In essence, his method quantifies the value of different choices, and creates a framework in which people can prioritize the factors in a decision without becoming overwhelmed by the tradeoffs.

Selasa, 03 Januari 2017