Sabtu, 30 Mei 2020

WAKAF UANG UNTUK OPTIMALISASI PEMBIAYAAN UMKM MELALUI KOPERASI SYARIAH DI INDONESIA


Wakaf adalah salah satu instrumen Islam yang memiliki fungsi untuk kepentingan masyarakat dengan tujuan ketaatan kepada Allah SWT. Wakaf di Indonesia menghadapi banyak masalah, karena umumnya dikenal sebagai wakaf non-produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pengembangan praktik wakaf tunai pada UKM melalui Koperasi Syariah di Indonesia menggunakan metode Analytic Network Process (ANP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul dalam pengelolaan wakaf tunai di Indonesia terbagi menjadi dua aspek penting, yaitu: aspek internal dan eksternal. Prioritas dalam aspek internal adalah aspek akuntabilitas, sumber daya manusia, dan masalah kelembagaan. Sementara itu masalah eksternal  berdasarkan hasil prioritas adalah aspek otoritas dan aspek publik.

Hasil penelitan menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul dalam pengembangan wakaf tunai untuk optimalisasi pembiayaan UMKM melalui koperasi syariah di Indonesia terdiri dari dua aspek penting yaitu: aspek internal dan eksternal. Penguraian aspek masalah internal secara keseluruhan menghasilkan tiga aspek penting yakni: problem akuntabilitas, sumber daya manusia koperasi syariah dan problem lembaga. Sementara itu masalah eksternal terbagi ke dalam tiga aspek penting yakni: problem anggota, otoritas dan problem masyarakat umum.

Hal-hal paling penting dalam kerangkapengembangan wakaf tunai untuk optimalisasi pembiayaan UMKM melalui koperasi syariah di Indonesia dari sisi kelembagaan koperasi syariahterdiri dari urutan prioritas: 1) komitmen yang masih lemah dari pemilik koperasi syariah, 2) standar baku yang belum sepenuhnya tersedia, dan 3) wakaf tunai masih belum menjadi prioritas.

Berdasarkan aspek sumber daya manusia, terdiri dari urutan prioritas: 1) kurangnya pemahaman wakaf para pelaku koperasi syariah, 2) belum adanya sertifikasi sumber daya insani pengelolaan wakaf SDM koperasi dan 3) perlunya pendidikan formal dan informal SDM koperasi syariah.Sementara itu dari sisi aspek akuntabilitas,terdiri dari urutan prioritas: 1) teknis akad pembiayaan UMKM dengan wakaf tunai, 2) belum adanya standar PSAK wakaf, 3) masalah transparansi dan 4) teknologi yang relatif lemah dari koperasi syariah.

Adapun dari aspek eksternal, hal-hal paling penting dalam kerangkapengembangan wakaf tunai untuk optimalisasi pembiayaan UMKM melalui koperasi syariah di Indonesia khususnya dari sisi anggota koperasi syariahterdiri dari urutan prioritas: 1) pemahaman wakaf yang rendah para anggota koperasi syariah, 2) trust atau kepercayaan yang relatif lemah dan 3) masalah pembinaan dan pendampingan anggota.
Berdasarkan otoritas atau regulasi, problem yang muncul dalam kerangkapengembangan wakaf tunai untuk optimalisasi pembiayaan UMKM melalui koperasi syariah terdiri dari urutan prioritas: 1) masalah pengawasan dan pengelolaan, 2) masalah sertifikasi nazhir wakaf, dan 3) isu sanksi pelanggaran. Sementara itu dari sisi masyarakat umum, terdiri dari urutan prioritas: 1) tingkat kepercayaan masyarakat yang relatif rendah, 2) masih kurangnya edukasi, 3) tingkat kesadaran pemilik harta yang masih lemah dan 4) problem jaminan pengelolaan.


Selasa, 21 April 2020

Jurnal AHP-ANP: IJAHP


IJAHP adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan paper dan makalah tentang penelitian dan aplikasi dari Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Analytic Network Process (ANP), teori-teori pengukuran yang dapat menangani tangibles dan intangible; metode ini sering diterapkan dalam pengambilan keputusan multikriteria, penentuan prioritas, peringkat, dan alokasi sumber daya, terutama ketika kelompok orang terlibat. Jurnal mendorong makalah penelitian dalam teori dan aplikasi. Investigasi empiris, perbandingan dan aplikasi dunia nyata yang patut dicontoh di berbagai bidang sangat disambut baik.

Setiap pengunjung ke situs ini dapat menelusuri abstrak tetapi untuk membaca konten dan mengunduh file PDF, Anda harus menjadi pengguna terdaftar dan masuk. Pendaftaran gratis untuk penulis, pengulas, dan pembaca pada umumnya, dan informasi kontak Anda hanya akan menjadi digunakan untuk memberi tahu Anda ketika masalah baru diterbitkan. Yang paling penting, tidak ada biaya pemrosesan artikel untuk penulis, publikasi tidak dikenai biaya karena produksi IJAHP disubsidi oleh Creative Decisions Foundation, didirikan pada tahun 1996 oleh Thomas L. Saaty dan istrinya Rozann Whitaker Saaty dengan tujuan mendidik orang di dunia untuk membantu mereka membuat keputusan yang lebih rasional.

Senin, 17 Februari 2020

MANAKAH PRIORITAS SEKTOR PENGEMBANGAN WAKAF DI INDONESIA?

Untuk membuat kebijakan yang komprehensif, lembaga wakaf harus melihat preferensi dan pandangan wakif (seseorang yang mengambil wakaf) terkait dengan sektor mana yang harus menjadi prioritas pengembangan wakaf Indonesia di masa depan. Penelitian ini akan menentukan preferensi wakaf yang terkait dengan pengembangan wakaf Indonesia di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty untuk mengidentifikasi peringkat prioritas pengembangan wakaf.

Berdasarkan hasil analisis, dapat dilihat bahwa yang paling diprioritaskan dalam pengembangan wakaf Indonesia adalah pada sektor pendidikan. Wakaf cenderung mempercayai lembaga wakaf yang telah aktif terlibat di sektor pendidikan. Ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan adalah sektor terpenting di Indonesia. Selain pendidikan, sektor peringkat penting kedua adalah sektor kesehatan. Selain sektor pengembangan wakaf, hasil analisis menemukan bahwa prioritas wakaf pembangunan Indonesia lebih kepada wakaf tunai. Ini menunjukkan bahwa wakaf tunai dipandang lebih penting untuk dikembangkan di Indonesia karena properti wakaf itu likuid (dalam bentuk uang tunai).